Skip to main content

Posts

Mencintai aktivitas murojaah

Kita sebenarnya yang membutuhkan murojaah. Bandingkan kualitas hari kita ketika dalam sehari kita dapat menyelesaikan murojaah beberapa juz, dengan hari ketika kita tidak melakukan murojaah sama sekali. Pasti akan nampak perbedaannya dengan jelas. Proses murojaah memang sebuah proses yang berat. Mencitai proses tersebut tidak bisa didapat dengan cara instan. Perlu perjuangan dan perenungan yang panjang agar kita dapat mencitai proses tersebut.  Bobby de porter dan micke heranacki dalam quantum Learning menyebutkan bahwa kita dapat menciptakan kecintaan terhadap sebuah aktivitas dengan cara memahami manfaat dari aktivitas tersebut. Mereka menyebutnya dengan istilah AMBAK (apa manfaatnya bagi Aku?) Imam syafii pernah berkata mengungkapkan "tidak mungkin menuntut ilmu bagi orang yang pembosan dan sering berubah pikiran, serta merasa puas dengan apa yang ada pada dirinya, kesempitan hidup, dan berkhitmat untuk ilmu tersebut. Pastilah ia akan beruntung

Menghargai waktu

Manusia adalah kumpulan hari hari, jika sudah berlalu hari, maka hilang juga bagian dari manusia. Begitu pentingnya waktu, sehingga Allah menggunakan waktu dalam sumpahNya. Demi waktu dhuha, demi waktu malam dst menunjukkan betapa pentingnya waktu bagi manusia Sudah semestinya manusia menggunakan waktunya dengan sebaik mungkin  Waktu diisi dengan aktivitas positif dan produktif. Kalau kita melihat sejarah, kita dapat menemukan banyak contoh bagaimana para ulama terdahulu memanfaatkan waktunya dengan sebaik mungkin. Memanfaatkan waktu adalah bagian dari tradisi yang tidak bisa dilepaskan dalam tradisi keilmuan.  Salah satu dari mereka adalah sulaim bin ayyub ar razi. Ia termasuk orang yang sangat menghargai waktu, karena menyadari bahwa waktu adalah anugerah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Mengenai sulaim bin ayyub, abu farraj ghaitz bin ali at tanukhi menuturkan, "ia tidak membiarkan waktu yanh dimiliki berlalu barang sebentar tanpa ada gunanya sama sekali. Ia biasa men...

Memilih guru

Memilih guru Seorang penghapal Al Qur'an mutlak membutuhkan seorang guru. Hal tersebut agar sanad bacaannya dapat tersambung kepada Rasulullah. Selain itu, keberadaan seorang guru juga dapat meluruskan dari kesalahan-kesalahan yang mungkin tidak disadari, seperti kesalahan harakat, kalimat yang terbalik, kurang, ataupun kesalahan yang lain. Seorang penghapal Al Qur'an seyogyanya tidak berganti-ganti guru, sehingga ia menyelesaikan hapalannya dengan baik. Untuk itu, sebelum melakukan proses menghapal, mengenal siapa guru kita merupakan hal yang sangat penting. Al Hakim sebagaimana disebutkan imam az zarnuji dalam kitab ta'limul muta'alim pernah berkata "jika kamu pergi ke bukhara, jangan terburu-buru untuk pergi (berguru) ke banyak imam. Cobalah tinggal disana barang dua bulan, hingga kamu memikirkan dan memilih seorang guru. Sebab, jika kamu sudah pergi belajar kepada seorang alim, dan kamu langsung belajar kepadanya, bisa jadi kamu tidak tertarik dengan pel...

Makna surat dalam Al Qur'an

Al Qur'an terdiri dari 114 surah, dibuka dengan surah al fatihah, ditutup dengan surah an-nas. Pernahkah terpikir oleh kita kenapa ada nama pada setiap surat?. Selama ini yang kita tahu, surah Al fatihah artinya pembukaan, surah al baqarah artinya sapi betina, dst. Pernahkah kita berpikir, apa makna surah itu sendiri? Banyak pendapat tentang makna surah. Sebagian ahli ilmu mengatakan bahwa kata surah berasal dari kata asarul ina yang artinya sisa air minum yang ada pada wadahnya. Dengan demikian bentuk asalnya adalah su-run (memakai hamzah) kemudian hamzah di takhfifkan, lalu diganti dengan wawu, mengingat harakat dhammah sebelumnya sehingga kata su-run menjadi surah. Surah disebut surah yang artinya sisa, karena pembahasan yang terdapat pada sebuah surah, "disisakan" untuk dibahas di surah yang lain. Sedangkan Al Quran adalah sebuah mata rantai pembahasan yang tidak terputus. Mari sejenak kita ambil beberapa contohnya. Al Qur'an dibuka dengan surah Al Fatihah, ...
2. Berdoa meminta hidayah Allah berfirman dalam Al Qur'an, di surat yang paling sering kita baca, dimana dalam madzhab syafii, maliki dan hambali dikatakan bahwa tidak sah solat seseorang kecuali membaca surat tersebut. Surat itu adalah surat Al fatihah. Surat yang disebutkan Rasulullah sebagai surat paling agung di dalam Al Qur'an. Surat dimana terdapat tujuh ayat yang diulang-ulang (as sabul matsani). Ahli ilmu menyebutkan surat al fatihah mempunyai kurang lebih 36 nama, yang diambil langsung dari hadis nabi, maupun ijtihad para ulama. Banyaknya nama yang dimiliki surat al fatihah, tidak lain menunjukkan betapa pentingnya surat tersebut.  Dalam tradisi arab, tidaklah sesuatu itu dianggap sangat penting, maupun sangat membahayakan, kecuali ia akan diberi nama sangat banyak. Seperti unta yang memiliki 6000 sebutan nama. Diantaranya yang disebutkan dalam AlQur'an adalah Ibil, naqah, jamal, Iir, Him, Anam, dan Bair, yang masing-masing nama mempunyai karakteristik t...

Memancing keberkahan ilmu

Memancing berkahnya ilmu Barakah bisa bermakna "ziyaadatul khair" (bertambahnya kebaikan). Bertambahnya kebaikan atau keberkahan dalam hidup bisa berupa banyak hal. Namun seringkali makna barakah dipersempit hanya sebatas apa yang diinginkan, sehingga parameter yang dipakai adalah kuantitas belaka, bukan pada kualitas, dan kemanfaatan dari sesuatu yang berkah tersebut. Termasuk halnya dengan keberkahan ilmu, banyak orang yang mempersempit keberkahan ilmu sebatas pada mendapatkan pekerjaan yang layak, kehidupan yang mapan, bukan pada apakah ilmu itu mendekatkan pemiliknya kepada penciptanya. Syaikh utsaiman berkata, “Tanda keberkahan ilmu adalah) takutnya seseorang kepada Allah Ta’ala dan bertaubat (kembali) kepada-Nya. Jika ilmu tidak menumbuhkan (membuahkan) rasa takut kepada Allah Ta’ala, bertaubat kepada-Nya, bersandarnya hati kepada-Nya, dan memuliakan kaum muslimin, maka ilmu tersebut telah kehilangan berkahnya. Bahkan, bisa jadi orang tersebut akan menutup ama...

Mencari guru-guru terbaik

Suatu hari, salah seorang dari bani israil bertanya kepada nabi Musa alaihis salam. “adakah orang yang lebih alim darimu?”, nabi Musa menjawab “tidak ada”. Kemudian Allah memberitahu Nabi Musa bahwa ada orang yang lebih alim darinya, yaitu seorang hamba yang diberikan rahmat dan ilmu. Mufasirin menjelaskan berdasarkan hadis nabi, bahwa hamba yang dimaksud adalah nabi Khidir. Rahmat disini adalah wahyu dan kenabian, sedangkan yang dimaksud ilmu adalah ilmu tentang hal ghaib. Jawaban nabi Musa tidak hendak menyombongkan diri, tapi karena dalam perspesktifnya, hanya beliau insan yang bisa berbicara langsung dengan Allah, menanyakan perkara-perkara sebagaimana kisah tentang sapi betina yang diabadikan dalam QS. Al Baqarah 67-73. Maka permasalahan yang ditanyakan kepada Nabi Musa pastilah ada jawabannya, karena ketika nabi Musa tidak tahu, maka dia bisa bertanya langsung kepada Allah. Maka berangkatlah nabi Musa bersama muridnya bernama yusa’ bin nun (yang kemudian menjadi nabi setelah...