Akhir-akhir ini saya cukup tertarik membaca sastra klasik, salah satunya harimau! Harimau! karya Muchtar Lubis. Ini buku kedua beliau yang saya baca setelah buku jalan tak ada ujung, yang menceritakan perjalanan dan perang batin guru Isa melewati perjuangan tanpa ujung meraih kemerdekaan, termasuk kemerdekaan atas ketakutan dirinya sendiri. Dua buku tersebut sebenarnya sangat berkesan luar biasa bagiku, namun ada beberapa bagaian yang membuat kurang nyaman ketika membaca harimau! Harimau!. Jadi, buku harimau! Harimau! menceritakan berbagai rupa-rupa karakter dan tabiat manusia, supaya kita tidak mudah terpukau terhadap seseorang yang terlihat sempurna, penuh kharismatik dan kaya akan pengalaman hidup, dan sebaliknya, tak boleh menyepelekan orang yang terasa bisa-bisa saja. Dalam hal ini saya sepakat bahwa Mochtar Lubis memang sangat genius dalam membedah psikologi manusia, ketakutan, dan kemunafikan. Bagian yang kurang nyaman adalah ketika Muchtar Lubis menggambarkan sosok be...
Pagi-pagi aku dibikin melow ketika membaca perkataan guru Isa di buku “jalan tak ada ujung”, karya Muchtar Lubis yang isinya begini "Bukankah tiga puluh lima tahun umur yang baik? Orang tidak terlalu muda untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang bisa dibikin menyesal setelah melakukannya, dan tidak terlalu tua untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang jika tidak dilakukan di kemudian hari akan membawa rasa sedikit sayu, sedikit menyesal, dan pertanyaan, mengapa tidak aku lakukan dulu?" Kebetulan sekali, usiaku di tahun 2026 ini 35th menuju 36th di bulan November nanti. Suamiku tahu betul aku sering merasa “tertinggal” dibanding teman-temanku, utamanya terkait karier, yang kalau dipikir-pikir itu juga atas keputusan dan pilihanku sendiri. Dibalik pencapaian-pencapaianku, dapat menyelesaikan pendidikan doktoral, pendidikan tertinggi, menyelesaikan hapalan quran meskipun masih terus tertatih-tatih, dan hal-hal lain yang senantiasa menghiburku, tapi apalah dayaku ketika ...