Skip to main content

Posts

Guru Isa, Kim Ji-young, dan Otak Emak-Emak yang Kelebihan Beban

  Pagi-pagi aku dibikin melow ketika membaca perkataan guru Isa di buku “jalan tak ada ujung”, karya Muchtar Lubis yang isinya begini "Bukankah tiga puluh lima tahun umur yang baik? Orang tidak terlalu muda untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang bisa dibikin menyesal setelah melakukannya, dan tidak terlalu tua untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang jika tidak dilakukan di kemudian hari akan membawa rasa sedikit sayu, sedikit menyesal, dan pertanyaan, mengapa tidak aku lakukan dulu?" Kebetulan sekali, usiaku di tahun 2026 ini 35th menuju 36th di bulan November nanti. Suamiku tahu betul aku sering merasa “tertinggal” dibanding teman-temanku, utamanya terkait karier, yang kalau dipikir-pikir itu juga atas keputusan dan pilihanku sendiri. Dibalik pencapaian-pencapaianku, dapat menyelesaikan pendidikan doktoral, pendidikan tertinggi, menyelesaikan hapalan quran meskipun masih terus tertatih-tatih, dan hal-hal lain yang senantiasa menghiburku, tapi apalah dayaku ketika ...
Recent posts

Masa Kanak-Kanak: Waktu Menyemai Benih, Bukan Memaksa Panen

  Dalam sebuah acara akhirussanah di sebuah TK, saya diberi kesempatan memberikan sambutan. Di hadapan para orang tua yang hadir, saya mengutip perkataan seorang filsuf bernama Jean-Jacques Rousseau: "Masa kanak-kanak adalah waktu untuk menyemai benih, bukan untuk memanen buah. Biarkan mereka belajar melalui kegembiraan.". Untuk memeperjelas maksud saya mengutip perkataan tersebut, saya memberi permisalah dua jenis tanaman yang berbeda cara bertumbuh: pohon musiman (seperti pisang atau sayur-sayuran) dan pohon bambu. Jika kita menanam sayur atau pisang, dalam hitungan minggu atau bulan, hasilnya sudah bisa langsung kita panen dan nikmati. Namun, ketika yang kita tanam adalah benih bambu, jangan pernah berharap bisa melihat hasilnya dengan cepat. Tanaman bambu membutuhkan waktu empat hingga lima tahun penyiraman dan pemupukan setiap hari. Pada masa itu, ia tidak akan menunjukkan pertumbuhan yang berarti di atas tanah. Di permukaan, ia tampak jalan di tempat, lambat, bahkan...

Efek Domino Ketergesaan Orang Tua: Mengapa Anak Justru Melambat Saat Kita Buru-Buru?

  Sebagai orang tua, pernahkah mengalami kejadian ketika sedang terburu-buru karena ada urusan penting dan mendesak, anak-anak justru melambat? seakan-akan mereka sedang menantang ledakan emosi kita sebagai orang tua. Ibarat kartu domino pertama terjatuh, akan ada rentetan domino lain yang ikut berjatuhan. Kejadian semacam itu mungkin sering kali terjadi dan sangat menguras energi emosi. Jadi kalau ada yang menasehati “ngak papa, lima tahun lagi sudah tidak lagi, tinggal sabar” kayaknya kurang bijak juga, karena ngak mungkin juga kan menyuruh orang tua menahan napas selama 5 tahun dalam budaya yang menuntut kewarasan setiap hari. Orang tua juga butuh solusi sistem, bukan sekadar romantisasi masa depan. Dari segi orang tua, mengapa sih keterlambatan terasa begitu mengancam bagi mereka?. Menurut para sosiolog, manusia modern hidup dalam budaya social acceleration (percepatan sosial), di mana waktu telah dikomodifikasi menjadi mata uang baru yang merepresentasikan uang, reputasi, ...

Dari Kebun Mr. McGregor hingga Dapur Jawa: Membaca Lapisan Makna Kisah Benjamin Kelinci

  Descartes pernah berkata, membaca buku bagus ibarat bercakap-cakap dengan para pemikir hebat masa lalu. Lewat untaian kata, buku dapat menjelma sebagai jembatan kebijaksanaan, tempat khazanah keilmuan dirawat dan diwariskan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, orang tua yang membacakan buku kepada anak-anak mereka sejak dini, sedang menyerahkan 'kunci emas' kepada anak-anak mereka untuk membuka gerbang dunia yang tak terbatas: dunia imajinasi, ilmu pengetahuan, dan empati. Uniknya, bagi anak-anak, gerbang dunia itu tidak hanya lewat ensiklopedia, tapi juga fabel. Ada beberapa fabel favorit anak saya, diantaranya seri franklin karya Paulette Bourgeois dan kisah Benyamin Kelinci karya Beatrix Potter. Tapi kali ini bahas Benyamin Kelinci dulu. Jadi ceritanya Benjamin adalah seekor kelinci cerdik dengan tingkat kepercayan diri yang baik. Gaya berpakaiannya nyentrik, ia memakai topi rajut wol longgar, tradisional khas Skotlandia, berbentuk bulat dan agak ceper berwarna hi...

Me Time: Insting Bertahan Hidup atau Keegoisan?

                 Sebagai ibu dengan tiga orang anak, saya tahu pentingnya me time untuk menjaga kewarasan. Saya senang menghabiskan waktu untuk jalan-jalan sendiri, sekedar jogging di lapangan atau jalan-jalan dan membaca di toko buku. Perasaan bebas dan menjadi diri sendiri muncul, tapi anehnya, setelah itu perasaan kualahan kembali muncul ketika berhadapan dengan realitas keriuhan anak-anak. Terkadang muncul pikiran bahwa memberi jarak dengan meninggalkan anak-anak barang sejenak adalah sebuah keegoisan. Namun, setelah saya pikir lagi, rasa bersalah ini mungkin salah satu produk dari benturan nilai zaman. Sebagai generasi milenial, saya mungkin dididik sedikit berbeda dengan generasi sebelumnya (Gen X atau baby boomer), salah satunya lebih terbuka soal mengejar cita-cita dan peran ibu pekerja. Namun faktanya, label "ibu yang baik" adalah ibu yang menghabiskan seluruh waktu, energi, dan pikirannya demi anak dan keluarga tanpa sisa, teta...

Menatap Dunia Lewat Jendela Chika: Cara Anak-Anak Menyembuhkan Kedewasaan Kita yang Melelahkan

  “That window was his view of the world, while to me it was a pane of glass” (b aginya, jendela itu adalah caranya memandang dunia, sementara bagiku, itu hanyalah pembatas kaca. Kalimat ini adalah salah satu bagian dari buku mitch albom berjudul Finding Chika: A Little Girl, an Earthquake, and the Making of a Family , sebuah memoar tentang babak kehidupan mitch bersama salah satu anak yang ia selamatkan dari gempa bumi di Haiti, dan anak itu menderita tumor ganas.   Cerita sedikit tentang buku ini, Mitch menceritakan kejadian-kejadian tak terduga yang justu mengantarkan pada pengalaman-pengalaman baru dalam kehidupannya. Ia membawa Chika dari Haiti ke Amerika untuk mendapatkan pengobatan, tetapi dalam waktu yang sangat singkat, ia menyadari bahwa dengan menjadi “orang tua” (meskipun bukan untuk anak kandungnya), kehidupuan seseorang bisa berubah dan memiliki tujuan hidup sejak saat itu. Mitch Albom memang terkenal dengan tulisan-tulisan sederhana yang begitu menyentuh. Kara...

Makhraj Bibir dan Maratibul Ghunnah

Perlu diketahui terlebih dahulu makhraj secara bahasa adalah tempat keluar, sedangkan secara istilah tajwid ia merujuk kepada tempat keluarnya huruf dan pembeda antara satu huruf dengan huruf yang lain. Ada perbedaan pendapat ul ama mengenai Jumlah Makhraj: Pendapat Imam Khalil bin Ahmad & Imam Ibnu al-Jazari: Terdapat 17 makhraj secara khusus. Ini adalah pendapat yang paling masyhur. Pendapat Imam Sibawayh: Terdapat 16 makhraj (beliau menggugurkan makhraj Al-Jauf dan memasukkan huruf mad ke makhraj lain). Pendapat Imam Al-Farra & Al-Qutrub: Terdapat 14 makhraj (menggabungkan makhraj Lam, Nun, dan Ra ke dalam satu tempat). 17 makhraj khusus tersebut dikelompokkan kepada 5 bahagian utama: Al-Jauf (Rongga Mulut & Tenggorokan): Tempat keluar bagi 3 huruf Mad (Alif, Wau, Ya). Al-Halq (Tenggorokan): Terbahagi kepada 3 makhraj khusus (Pangkal, Tengah, dan Ujung tenggorokan). Al-Lisan (Lidah): Bahagian paling banyak, ...