Skip to main content

Mengenal Sifat Syiddah: Seri Modul Tahsin Juz 30

 

Syiddah

Pengertian Secara Bahasa (Etimologi) Secara bahasa, Syiddah (الشِّدَّةُ) memiliki arti Al-Quwwah (القُوَّةُ), yang berarti kuat atau keras.

Pengertian Secara Istilah (Terminologi Tajwid) Secara istilah ilmu tajwid, Syiddah adalah tertahannya aliran suara secara sempurna saat mengucapkan suatu huruf. Hal ini terjadi karena penutupan makhraj (tempat keluarnya huruf) yang sangat rapat dan kuat, sehingga suara tidak bisa mengalir melewatinya.

Sebagai lawan dari sifat Rakhawah (mengalirnya suara), sifat syiddah mengharuskan pembacanya memberikan tekanan yang kuat pada makhraj kedelapan hurufnya (أَجِدُ قَطٍ بَكَتْ) sebelum akhirnya suara tersebut dilepaskan, dipantulkan (pada huruf Qalqalah), atau disertai hembusan nafas (pada huruf Hams).

 

Contoh huruf syiddah

 

No

Huruf Syiddah

Contoh 1

Contoh 2

Contoh 3

1

Hamzah (أ/ء)

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ

فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ

الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ

2

Jim (ج)

وَالْفَجْرِ

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الرَّجْعِ

3

Dal (د)

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ

وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا

4

Qaf (ق)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ

5

Thaw (ط)

فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا

الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ

وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ

6

Ba (ب)

فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا

أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ

7

Kaf (ك)

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ

8

Ta (ت)

إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ

وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ

وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ

Catatan Pengucapan (Sukun/Waqaf):

·       Pada huruf Qaf, Thaw, Ba, Jim, dan Dal (huruf Qalqalah), sifat syiddah tertahan sejenak lalu dipantulkan (Qalqalah).

·       sPada huruf Kaf dan Ta, sifat syiddah menahan aliran suara sejenak, kemudian diakhiri dengan pelepasan nafas halus (Hams).

 

Contoh Syiddah dalam kondisi tasdid

 

No

Huruf Syiddah

Contoh 1

Contoh 2

Contoh 3

1

Hamzah (أّ)

إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ

وَلَا يَشَاءُونَ

وَالسَّمَاءِ

2

Jim (جّ)

كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ

لَفِي سِجِّينٍ

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ

3

Dal (دّ)

فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ

وَلَا تَحَاضُّونَ

فَمَهِّالِ الْكَافِرِينَ

4

Qaf (قّ)

وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ

إِنَّ هَذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِينِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

5

Thaw (طّ)

وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ

وَالطُّورِ

إِلَى الطَّعَامِ

6

Ba (بّ)

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ

وَتَبَّ

بِرَبِّ هَذَا الْبَيْتِ

7

Kaf (كّ)

إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ

دَكًّا دَكًّا

كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ

8

Ta (تّ)

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ

إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ

 

Setiap huruf Syiddah (أَجِدُ قَطٍ بَكَتْ) tidak hanya memiliki sifat syiddah (tertahannya suara), tetapi juga memiliki kombinasi sifat-sifat tajwid lain yang membedakan pengucapannya.

Secara umum, huruf-huruf syiddah terbagi menjadi tiga kelompok utama berdasarkan sifat lain yang menyertainya:

 

Kelompok Sifat

Huruf Syiddah

Sifat-Sifat Tajwid Lain

Contoh 1

Contoh 2

Contoh 3

1. Syiddah + Hams



(Suara tertahan, lalu nafas dihembuskan)

ك (Kaf)



ت (Ta)

Hams (nafas mengalir halus saat dilepas)



Istifal (tipis)



Infitah (terbuka)



Ishmat

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ

فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ

2. Syiddah + Jahr + Qalqalah



(Suara & nafas tertahan, lalu dipantulkan)

ق (Qaf)

Jahr (nafas tertahan)



Qalqalah (memantul)



Isti'la (tebal)



Infitah & Ishmat

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ

إِنَّ هَذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِينِ

ط (Thaw)

Jahr & Qalqalah



Isti'la & Ithbaq (paling tebal & kuat)



Ishmat

وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ

فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا

الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ

ب (Ba)

Jahr & Qalqalah



Istifal (tipis)



Infitah & Idhlaq (ringan di bibir)

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ

فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا

بِرَبِّ هَذَا الْبَيْتِ

ج (Jim)

Jahr & Qalqalah



Istifal (tipis)



Infitah & Ishmat

وَالْفَجْرِ

كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الرَّجْعِ

د (Dal)

Jahr & Qalqalah



Istifal (tipis)



Infitah & Ishmat

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ

فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ

3. Syiddah + Jahr + Nabr



(Suara & nafas tertahan total, tanpa dipantulkan)

أ / ء (Hamzah)

Jahr (nafas tertahan total)



Tidak Qalqalah (harus putus tegas)



Istifal (tipis) & Infitah



Nabr (penekanan saat waqaf)

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ

إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ

الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ

 

Comments

Popular posts from this blog

Makhraj Bibir dan Maratibul Ghunnah

Perlu diketahui terlebih dahulu makhraj secara bahasa adalah tempat keluar, sedangkan secara istilah tajwid ia merujuk kepada tempat keluarnya huruf dan pembeda antara satu huruf dengan huruf yang lain. Ada perbedaan pendapat ul ama mengenai Jumlah Makhraj: Pendapat Imam Khalil bin Ahmad & Imam Ibnu al-Jazari: Terdapat 17 makhraj secara khusus. Ini adalah pendapat yang paling masyhur. Pendapat Imam Sibawayh: Terdapat 16 makhraj (beliau menggugurkan makhraj Al-Jauf dan memasukkan huruf mad ke makhraj lain). Pendapat Imam Al-Farra & Al-Qutrub: Terdapat 14 makhraj (menggabungkan makhraj Lam, Nun, dan Ra ke dalam satu tempat). 17 makhraj khusus tersebut dikelompokkan kepada 5 bahagian utama: Al-Jauf (Rongga Mulut & Tenggorokan): Tempat keluar bagi 3 huruf Mad (Alif, Wau, Ya). Al-Halq (Tenggorokan): Terbahagi kepada 3 makhraj khusus (Pangkal, Tengah, dan Ujung tenggorokan). Al-Lisan (Lidah): Bahagian paling banyak, ...

Me Time: Insting Bertahan Hidup atau Keegoisan?

                 Sebagai ibu dengan tiga orang anak, saya tahu pentingnya me time untuk menjaga kewarasan. Saya senang menghabiskan waktu untuk jalan-jalan sendiri, sekedar jogging di lapangan atau jalan-jalan dan membaca di toko buku. Perasaan bebas dan menjadi diri sendiri muncul, tapi anehnya, setelah itu perasaan kualahan kembali muncul ketika berhadapan dengan realitas keriuhan anak-anak. Terkadang muncul pikiran bahwa memberi jarak dengan meninggalkan anak-anak barang sejenak adalah sebuah keegoisan. Namun, setelah saya pikir lagi, rasa bersalah ini mungkin salah satu produk dari benturan nilai zaman. Sebagai generasi milenial, saya mungkin dididik sedikit berbeda dengan generasi sebelumnya (Gen X atau baby boomer), salah satunya lebih terbuka soal mengejar cita-cita dan peran ibu pekerja. Namun faktanya, label "ibu yang baik" adalah ibu yang menghabiskan seluruh waktu, energi, dan pikirannya demi anak dan keluarga tanpa sisa, teta...

Mengapa Surah Al-Kautsar Menggunakan Kata An-Nahr? (Menelusuri kandungan, hubungan dengan surah sebelumnya dan peristiwa di balik ayatnya)

  Surah al kautsar merupakan surat terpendek dalam Al Qur’an. Mengapa bukan surah Al Ashr yang sama-sama tiga ayat? Hal ini karena kata-kata penyusun Al Ashr masih lebih banyak dibandingkan surah Al Kautsar. Dari segi tempat turun, surah ini lebih mashur dikenal sebagai surat Makiyyah, turun di kota Makkah, atau sebelum Rasulullah berhijrah ke Madinah. Sebagaimana karakteristik surat Makiyyah yang cenderung pendek-pendek, surah ini pun begitu. Para ulama menyebut surah ini berkaitan dengan peristiwa meninggalnya putra Rasul yaitu Abdullah. Ketika itu para pemuka kafir Quraish mengejek Rasul “terputus keturunannya”, karena bagi masyarakat Quraish, tidak memiliki anak laki-laki adalah sebuah aib. Hal ini dijawab langsung oleh Allah dengan ayat ketiga: اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ   “Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus”. Namun sebagian ulama lain menyebut surah ini sebagai surah Madaniyah, turun di Madinah, hal ini karena surah ini berkaitan dengan pe...