Tiba-tiba aku teringat dengan bahasan Prof Khomarudin Hidayat tentang metafora pintu dalam buku beliau penjara-penjara kehidupan.
Kehidupan manusia itu selalu berurusan dengan pintu. Di rumah, ada pintu rumah, pintu kamar tidur, pintu kamar mandi. Keluar rumah, kita melewati pintu pagar, kemudian masuk ke pintu mobil dan seterusnya yang lain.
Ada kalanya pintu itu mudah untuk kita dapati tempat keluarnya, tapi ada pintu yang begitu kita masuk, kita terjebak dalam labirin yang sulit sekali ditembus untuk mencari jalan keluar. Gampangnya saja, ketika kita salah masuk pintu tol saja, perjalanan kita bisa jadi semakin jauh bahkan kesasar. Tapi ini tidak hanya soal pintu tol, tapi juga pintu kehidupan yang bisa berpengaruh pada arah jalan hidup kita, ada pintu rumah tangga, pintu karier, pintu relasi, hingga pintu pilihan moral.
Hakikatnya manusia adalah makhluk yang rapuh, itu kenapa, Rasulullah senantiasa mengajarkan doa-doa dan dzikir-dzikir, agar hari-hari kita selalu terbimbing, agar kita tidak terjebak dan memasuki sebuah pintu yang menjadikan hidup di dunia bak penjara atau bahkan neraka. Salah satu dzikir penjagaan yang diajarkan Rasul adalah membaca dua surat Al Mu'awwidzatain yaitu Al Falaq dan An Nas.
Al Falaq terdiri dari 5 ayat. Surat ini terkait dengan permohonan perlindungan menyangkut segala kejahatan di segala tempat dan waktu, dan secara khusus disebut malam pada saat kelamnya, penyihir dan yang iri hati. Kesemuanyq bersumber dari pihak lain. Adapun An Nash, yang terdiri dari 6 ayat merupakan permohonan perlindungan dari kejahatan yang datang dari dalam, bahkan bisa jadi dari diri manusia itu sendiri.
Menariknya, di surat An Nas, Allah disebutkan dalam beberapa nama: Rabb (Tuhan Pemelihara manusia), Malik (Maharaja yang menguasai manusia), dan Illah (Tuhan yang disembah dan dipatuhi manusia). Sedangkan dalam surat Al Falaq, Allah hanya disebutkan dengan satu nama, yaitu Rabb. Memberikan isyarat bahwa godaan dan gangguan dari dalam diri manusia bisa jadi lebih berbahaya dan membinasakan daripada godaan dari luar.
Comments
Post a Comment