Ada perbedaan antara rasa malu (shame) dan rasa bersalah (guilt). Sederhananya, "saya buruk" adalah contoh rasa malu, sedangkan "saya melakukan sesuatu yang buruk" adalah contoh rasa bersalah. Perbedaan keduanya terletak pada fokus penilaiannya. Rasa bersalah berfokus pada perilaku, "saya melakukan kesalahan", sehingga mendorong introspeksi, permohonan maaf, dan ruang untuk perbaikan. Sebaliknya, rasa malu berfokus pada identitas, "saya adalah kesalahan", yang secara perlahan menghakimi keberadaan diri, mengikis harga diri, dan memicu dorongan untuk bersembunyi.
Jadi kalau ditanya mana diantara keduanya yang lebih berbahaya, mungkin jawabannya adalah rasa malu. Rasa malu seringkali muncul didasar lubuk hati kita sebagai pertentangan batin kita sendiri, dan menjadi suara batin kita. Menjadikan kita rentan, dan baperan, hehehe.... (Menunjuk diri sendiri).
Jika kamu perempuan yang juga menjalankan peran sebagai pribadi, istri, dan ibu, coba renungkan dan baca pelan-pelan "perasaan malu" yang mungkin saja sedang menghukum dan membebani diri kita sendiri.
Sebagai Pribadi: "Aku belum cukup cantik, langsing, feminim, produktif, ramah, dan kreatif. Aku belum cukup berpenghasilan, belum mencapai puncak karier atau pendidikan, dan belum memberi dampak besar. Aku menyia-nyiakan potensi dan tertinggal jauh dari orang lain."
Sebagai Istri: "Aku belum cukup melayani dengan sempurna, mengelola keuangan keluarga dengan baik, belum bisa menjadi pasangan yang selalu tenang, suportif, dan mengerti semua kebutuhan suami."
Sebagai Ibu: "Aku belum cukup sabar, telaten, cerdas mendidik, dan pandai mengelola emosi ku dan emosi anak."
Coba baca lagi dan renungkan, apakah masuk akal standar-standar yang kita inginkan itu terpenuhi semuanya?
Terkadang kita bisa berempati pada orang lain, tapi bersikap kejam terhadap diri kita sendiri.
Kalau pas lagi gini, lagunya mas Kunto Aji berjudul Sulung kelihatannya pas banget:
Cukupkanlah
Ikatanmu
Relakanlah yang tak seharusnya untukmu
Cukupkanlah
Ikatanmu
Relakanlah yang tak seharusnya untukmu
Yang sebaiknya kau jaga
Adalah dirimu sendiri." (Sulung)
Kita tidak perlu menjadi sempurna di setiap lini kehidupan untuk merasa berharga. Not too much, just enough. Kita perlu mengenal RASA CUKUP.
Comments
Post a Comment