Aku terkadang menyempatkan duduk-duduk sekedar makan soto dan minum es teh di dekat waduk Cengklik. Setiap kesana aku selalu penasaran dengan bapak bapak yang jejer-jejer mancing, ada juga yang mancingnya sambil nyebur ke air. Sebenarnya mereka sekedar menjalankan hobi atau justru memang itulah profesi, mata pencaharian mereka.
Jika itu hobi, apakah mereka mencari ketenangan dan kesunyian?. Jika sekedar hobi, waduk dengan segala hiruk pikuknya memang memberikan ketenangan tanpa syarat. Kalau itu hobi, memancing seharian memang bukan tentang mengumpulkan ikan, tapi cara mereka menjeda tuntutan, entah dari tekanan pekerjaan, ekspektasi sosial, atau hiruk-pikuk kehidupan di rumah yang membuat mereka ingin "lari" sejenak dari peran sehari-hari.
Tapi jika itu pencaharian, pemandangan bapak bapak mancing seharian itu berubah jadi potret kerasnya perjuangan manusia. Disudut yang lain ada orang-orang yang duduk makan-makan berhaha hihi, ada juga anak-anak muda berdandan rapi selfie di pinggir kedai kopi, tapi disudut lain ada yang kepanasan dari pagi sampai sore, menunggu ikan demi bertahan hidup.
Di kolong langit yang sama, satu tempat yang sama persis, bisa menjadi arena penyembuhan bagi satu pihak, namun menjadi panggung pergulatan hidup bagi pihak lain. Setiap manusia sedang memikul beban dan mencari pelipur laranya masing-masing.
Comments
Post a Comment